Feeds:
Posts
Comments

Sebuah kisah cinta terbaru akan bermain di bioskop kesayangan Anda. Sang Arjuna pada akhirnya menemukan Subradanya dan mereka akan memadu kasih di peraduan yang diharapkan seumur hidup.

Bagaimana dengan putri-putri dan dewi-dewi cantik lainnya? Saksikan di drama terbaru “Sang Arjuna Menemukan Subradanya”.

Perempuan Punya Cerita

idma0801240865-pg9-bobo-indomilk-jaran-jaranan.jpg

Di hari Valentine kemarin baru nonton Perempuan Punya Cerita. Well… good movie buat mikir & intropeksi. Yang intinya… apapun permasalahan… wanita akan menjadi pihak yang dirugikan.Cerita 1
Seorang gadis yang terbelakang menjadi korban pemerkosaan. Salahkah dia untuk menjadi terbelakang? Kenapa dia harus menjadi korban? Terus soal aborsi… masih kah salah di mata hukum jika ini menimpa pada wanita yang menjadi korban pemerkosaan…ditambah dia yang terbelakang?
Cerita 2
Anak-anak SMA yang melakukan hubungan intim yang berlandaskan suka sama suka. Mau sama mau. Tapi, tetap si cewe yang jadi korban saat dia sudah hamil. Tidak ada yang mau bertanggung jawab. Lotere pun dikeluarkan. Atau melarikan diri dari situasi. Komen yang terdengar “Cewe bodoh!”… “Mau aja!”
Tapi sebenarnya….ada juga yang harus dipertanyakan. Bagaimana dengan laki-lakinya? Kan sama-sama mau…sama-sama tahu akibatnya…kenapa nggak mau tanggung jawab. Bisa nonton bokep tapi kok nggak bisa antipasi akibatnya?
Cerita 3
Cerita seorang ibu dan anak perempuannya yang harus berjuang untuk hidup. Bahkan si ibu harus rela bekerja di club malam, anak di rumah bersama teman hidup si ibu. Anak kecil yang polos, belum lulus SMP harus jadi korban kekerasan seksual si teman hidup ibunya. Katanya “hanya isep-isep” aja kok. Dan dia pun jadi korban penjualan gadis-gadis muda dan perawan ke Taiwan. Menjadi istri seorang Taiwan tua yang gemuk. Salahkah dia terlahir miskin? Salahkah dia masih anak-anak?
Cerita 4
Seorang istri yang menderita setelah kematian suaminya akibat overdosis. Dia membawa virus HIV, dipojokkan oleh keluarga suami, tidak punya siapa-siapa, harus berpisah dengan anaknya. Apakah dia memilih untuk terkena HIV?

Itulah cerita wanita-wanita…aku pun memiliki ceritaku sebagai wanita dan teman-temanku si wanita sejati…wanita-wanita idealis. Apakah keidealisan kita bisa membantu mereka yang terjajah? Sudah seberapa majukah negara ini… kenapa wanita selalu menjadi korban?

in-love.jpg

Aduh…jatuh cinta itu memang berjuta rasanya. Jadi suka senyum-senyum sendiri dan bahagiaaaaa banget! Bener banget lagu legendarisnya Titiek Puspa!

Jatuh cinta… berjuta rasanya
biar siang…biar malam…terbayang wajahnya
….

Aih…aih…baru beberapa hari yang lalu aku mengharu biru… air mata menetes :) sekarang? Jatuh Cinta!!

Rasanya seperti orang baru pacaran lagi….eheheheh….semua karena ‘Da OQ…cintaku! Kemarin, waktu aku ke rumahnya buat ambil cleanser dllnya…dia masuk ke dalam taxiku dan ikutan pulang.

“Aku cuma mau tau’ aja gimana jadinya?” kata dia.
“Jangan di sini kali… !” jawabku sambil berusaha menahan air mata.

Akhirnya pembicaraan lanjut ke pakai SMS.
“menurut aku lebih baik kita nggak aja deh”“nggak apa?”“pacaran”
Air mata sudah mau netes lagi… sok liat-liat ke luar jendela. Diapun terdiam.

Sampai rumah… kita ngobrol lagi… dia nanya lagi kenapa? apakah aku benar-benar serius dan itu yang aku mau. Panjang lebar ngobrol dan pada akhirnya dia bilang “Dek… sampai kapan pun…berapa lama pun kamu butuh waktu buat belajar… aku akan nunggu kamu!”

Ya Tuhan… that’s the most romantic thing that he ever mentioned!

Semuanya sangaaaaaaattt indah… even pelukan aja terasa lebih indah malam itu! Oh God… I think I’m in love!

Even hari ini…waktu naik ojek… aku senyum-senyum sendiri!

Jatuh cinta… berjuta indahnya
biar hitam…biar putih…manislah namanya…

dia jauh aku cemas tapi hati rindu…
dia dekat aku senang tapi salah tingkah…

….
 oh repotnya….
oh asyiknya….

this is it?

sedih.jpg

Finally, I have the nerve to tell him what is being bothering me all the time… every day… every hour and minutes. I told him what I think is the best for both of us. I kept on talking and talking without knowing what I’m talking about. Without knowing whether I’m saying the right thing.

But he thought it differently. He assumed that I’m just too tired of him and seeked the reason to break up.  Am I wrong to mention it as early as possible?

So… after that long talk… this is it. I think my status is changed into single. Cause… there’s no morning phone call. Or even a returning call.

This is it.

tanpa dia…

cartoon_expressions.jpg

Kalau aku memutuskan untuk jalani hari tanpa dia berarti:

1. Nggak ada lagi telpon pagi-pagi yang nyemangatin
2. Nggak ada yang ingetin buat makan siang
3. Nggak ada tempat buat tumpahin seneng-seneng atau BT-BT
4. Nggak ada yang stand by nemenin lembur malem-malem ato weekend
5. Nggak ada yang cium…sayang-sayang
6. Nggak ada temen main-main kalo weekend
7. Nggak ada temen wisata kuliner
8. Nggak ada yang nemenin baca doa sebelum tidur dan kiss me goodnight n mimpi indah
9. Nggak ada yang nemenin ke kondangan
10. Nggak ada temen blanja
11. Nggak ada yang hibur kalau sedih…ketawa bareng kalau lagi gila
12. Nggak ada temen bego-begoan…gila-gilaan
13. Nggak ada…

Am I sure?

beda.jpg

Yah…lagi-lagi aku bertanya….kenapa harus ada perbedaan agama? Aku setuju kok dengan adanya agama. Agama itu buat pegangan. Kalau nggak ada agama… jalan pikirannya dan tindakannya pasti ngaco. Ngga berperasaan.

Tapi kenapa harus ada perbedaan agama? Toh semuanya ke 1 Tuhan. Ke titik yang sama. Ke orang yang sama. Kenapa harus dibedain?

Akibatnya…. mo nikah aja susah…alesannya karena beda agama. Mo kompromi juga susah alesannya karena dilihat dari sudut pandang agama A dan B yang beda.

Gara-gara beda agama… tinggal bilang “kamu mau jadi istriku?” aja susah banget. Mikirnya berjuta kali. Ditentang dengan beribu urat. “Pikirin…pikirin…mana bisa 1 kapal 2 nahkoda?”

Gara-gara beda agama… pacar mau dijodohin ama orang lain yang udah pasti sama agamanya.

Gara-gara beda agama… aku punya sejuta minus point.

Gara-gara beda agama… aku harus menyerah?

Uda OQ

Lemme introduce you to a guy that I call Uda OQ.
He is a guy…a man…a sweetheart that has been filled in my days… my life… my heart for ages… around 13 years.

First, he is just no one…a guy from next door.
Secondly, he is just a friend to talk with.
Then, he is becoming my brother. Acted as a brother that I never had.
Then, his kindness…his figures…became my aspiration….my sketch of what I wish for of a boyfriend.
Then, his turned up to be my best friend. The closest one to share anything.
Then, he grew to be one of the most important person in my life. When in one afternoon we decided to be a couple.
Then, a break-up happened…when I wished for luxuries too much.
He was still there… regretted and waited.
Then I came back to his arms…to his kindness…after realising that I can’t live only with those stuffs but no loves. No attachment. No target of the future.
Untill this moment…he is my Uda OQ. My friend…my brother…my best friend… my future one…. I hope.

I don’t wish any other guy…really…(but sometimes he is so difficult to trust it!) I have everything in him. There’s no one else that I expect to replace him. No!

Uda OQ, please believe me….there’s no one else that I wish for. I just want to be with you. No one else….

Have you regretted sometimes that you are in a relationship? Especially regretting the fact that sometimes you are facing the same thing…which actually you don’t wish at all. A thing that we call fight?

There’s a time that so many things in your head and you can’t control what you say…what you do.
There’s a time when you just have something come up in your mind and without further thought… you just let it go. Just say or do!
There’s a time when you want to have something different in your day-to-day meeting… just being together….sit together….watch movies or any show.
There’s a time when you just want to have a normal day…just like a fresh or beginner in a relationship.

One small fight is just too sensitive. It can burn out.
Just a little mistakes in saying or doing…it can destroy a sweet day into a disaster.

Yes…we admit we’re knowing each other.
Yes…we always say…I do know you…
We always mention….I love you and I can accept anything…good…bad or even worst thing.

But then, when the thing aroused… those words just gone by the wind.

Sorry is the hardest word to say…
Admitting the situation is just so difficult…

But this is a relationship…this thing will go and go again…again…

great work that works!

sound familiar?

apa? (K)

Udah pakai slam perpisahan…da-da… mo loooooooong weekend!
Tau-tau (K)

apa maksudnya?

Arjuna nakal!

Older Posts »